Ngeposari, (22/7) – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Kerukunan Umat Beragama di Balai Kalurahan Ngeposari Kapanewon Semanu hari Rabu, 22 Juli 2026. Peserta pembinaan merupakan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh wanita, tokoh pemuda, Bhabinkamtibmas, Babinsa serta Pamong Kalurahan Ngeposari. Adapun narasumber kegiatan adalah Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Gunungkidul yaitu H. Untung Santosa, S.E., M.A. dan Wakil Sekretaris I FKUB Gunungkidul, Kardi, S.Pd.H. pembinaan Kerukunan Umat Beragama kali ini mengusung tema ‘Memperkuat Harmoni Menuju Masyarakat Adil Makmur Lestari dan Berkeadaban’.
Ciptadi, Lurah Ngeposari dalam sambutannya mengajak masyarakat Ngeposari untuk mengikuti kegiatan pembinaan dengan baik. Ia juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat Ngeposari untuk turut serta mengantisipasi degradasi moral pada generasi muda seperti kenakalan remaja agar kerukunan dan moderasi dapat senantiasa terjaga.
Ketua Tim Kerja Penanganan Konflik Bidang Kesatuan Bangsa, Basirahayu, S.I.P., M.A.P. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan kerukunan umat beragama bertujuan untuk menjaga dan merawat kerukunan yang telah terjalin di wilayah Kalurahan Ngeposari.
Ketua FKUB Gunungkidul, H. Untung Santosa, S.E., M.A. dalam paparannya menyampaikan cara menjaga kerukunan hidup antar umat beragama diantaranya adalah dengan menghilangkan perasaan curiga terhadap pemeluk agama lain, membiarkan umat lain melaksanakan ibadahnya dan menghindari diskriminasi terhadap agama lain karena semua orang berhak mendapatkan fasilitas dan hak yang sama.
Wakil Sekretaris I FKUB Gunungkidul, Kardi, S.Pd.H. dalam paparannya menyampaikan tantangan umum dalam keberagaman yaitu fanatisme, radikalisme, intoleransi serta penyebaran hoaks dan ujaran kebencian. Ia juga menambahkan agar masyarakat senantiasa menjaga nilai-nilai kerukunan yaitu, toleransi, persaudaraan, gotong royong dan keadilan. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan ditutup dengan doa bersama.